Sudah lama tidak bersua dalam sendi sendi tulisan dalam blog ini. Apakah kalian merindukan saya dan tulisan tanpa makna ini?
Yah, benar, sepertinya seperti itu.
Sama. Saya juga merasakannya.
Saya merasa kesal, benci, hina, jijik, marah, emosi, dan terlampau bahagia dalam waktu yang bersamaan, percaya ataupun tidak tergantung pembaca yang sedang membaca tulisan saya pada sekarang ini. Anda.
Empat tahun yang terbengkalai bukan karena tidak cinta, namun memang rasanyabelum sampai pada inti cerita yang ingin disampaikan.
Sesuatu yang tersurat belum tentu dapat diterima dan tersirat oleh pembaca blog ini.
Banyak makna makna ambigu yang saya tulis, banyak makna makna membingungkan yang mungkin hanya manusia manusia sefrekuensi yang mengerti alur cerita yang sedang saya sampaikan ini.
Duniaku kini lebih berwarna.
Menemukan tambatan hati pada 2012 lalu
Menerima ajakan tambatan hati untuk menikah di tahun 2018 lalu
Yah, benar , benar sekali.
Satu tahun setelah saya mencurahkan impian saya pada laki laki yang saya inginkan menjadi jodoh saya.
Bodoh , dan tolol mungkin yang sedang terjadi.
Karena sebenarnya saya sudah menemukan laki laki idaman saya sejak lama.
Bukan karena apa, tapi memang karena bodohnya saya sang pencari ini yang tidak dapat melihat apa yang sedang berada di hadapan saya.
Tidaklah terlambat untuk mengetahui dan menyadarinya. Mungkin anda anda juga sedang menjadi saya empat tahun lalu. Berangan angan, mencari kesana kemari, melamun, bermimpi di siang bolong ketika pangeran berkuda putih yang sudah berada tepat di pelupuk matamu. Yakinlah.
Yah, benar, benar sekali.
Saya mengalaminya sendiri.
Kini semuanya sangat berwarna.
Hidup saya sangat berarti.
Luar biasa, jatuh bangun, masalah, pertikaian, kebencian, kekecewaan, dikecewakan, disakiti, menyakiti, saya menyakiti dan saya mengecewakan sudah saya lalui. Dan hanya permintaan maaf tulus saya yang sudah saya laksanakan dikala itu dan diwaktu itu.
Saya manusia biasa yang selalu menyadari kesalahan saya sendiri, percaya ataupun tidak tergantung manusia lain yang menilai. Karena saya tidak mampu untuk menilai diri saya sendiri dengan frasa frasa kehidupan yang telah terjadi.
Yah, benar, benar sekali.
Saya ekstrovert yang kadang terbelenggu oleh serangan mendadak sang introvert akut yang jika tiba tiba datang menghampiri dan menyerang jiwa saya,maka saya akan tenggelam dan hilang entah kemana. Angan angan pudar, saya terkungkum di dalam belenggu jiwa yang kosong dan berjalan di bumi seperti zombie yang tidak kelaparan.
Kini semua sudah berwarna warni. Mahligai percintaan yang dikemas apik oleh masa masa suram, masa masa indah, masa masa kelam, sudah berjalan beriringan bersama dan membuahkan seorang Tuan Raja yang menyinari seluruh bumi yang saya pijak ini.
Saya kembali.
Yah , benar, betul...
Saya kembali menulis lagi..
Welcome back Mezayu.
Cemunguth kaka meza
BalasHapus