Label

Jumat, 13 Maret 2015

air panas







malam hari yang dingin, langit dipenuhi awan komulunimbus berwana kelabu. sesekali kepalaku mendongak ke atas ke arah langit yang gelap itu. udara sangat sejuk dan menusuk nusuk dalam sampai pada jaket yang kukenakan dan yang kurasa sudah sangat tebal menempel di tubuhku ini. udara dingin yang menerpa wajahku ini seakan akan menjamahi wajahku yang layu dengan sedikit membuatku tersentak akan dinginnya, sehingga membuat kedua bola mataku terbelalak sedikit terkejut dengan rasa dingin yang tiba - tiba menyerang wajahku.

malam ini tepat pukul 10:17. air panas sudah siap menyambutku untuk menyusuri lekuk - lekuk tubuhku yang penuh dengan otot - otot kaku ini. air panas mulai membasahi kepalaku perlahan - lahan. sedikit terkejut dengan panasnya, namun terasa biasa saja lama kelamaan. terkadang sepanas apapun air yang menyentuh tubuhku dari ujung rambut hingga ujung kaki sama sekali tidak terasa bagiku. semua datar , semua biasa saja seperti air dingin biasa. hingga aku terduduk dengan tangan memeluk kaki terduduk di lantai dengan air panas yang masih mengguyur badanku hingga mungkin pori pori ditubuh ini terbuka sangat lebar dengan warna kulit yang mulai memerah. dan aku tetap terdiam, masih dalam keadaan yang sama, mematung, sesekali melihat ke atas ke arah pancuran air panas yang sedang mengguyur wajah hingga tubuhku ini. terdiam , terpaku, menatap kosong, merenung, iya merenung. merenungi nasibku, merenungi apa yang akan aku alami dan lalui di keesokan hariku. merenungi masa depanku nanti. merenungi jodohku nanti siapa. merenungi jumlah anak yang akan aku lahirkan. merenungi sisa sisa hidupku di kala tua nanti seperti apa. semua renungan renungan itu terkadang hilang, terkadang pergi entah ke mana, namun terkadang datang kembali dan membuatku merenung kembali untuk kesekian kalinya.

tak ku mengerti mengapa begini, waktu kecil ku tak pernah begini. semuanya berubah semenjak aku mengenal yang namanya bekerja dan mencari uang untuk sesuap nasi dan secercah masa depan yang indah nanti. pemikiran ini muncul sembari air panas masih mengucur dan membasahi punggungku yang melengkung ini. kupeluk erat kakiku dengan penuh harapan, dengan impian - impian yang terkadang tebersit di dalam khayalku. bekhayal akan masa depan dan masa tua yang bahagia, sangat bahagia. masa tua disayangi oleh cucu dan anak - anakku nanti. masa tua ditemani suamiku tercinta yang selalu romantis tetap dengan kejutan kejutan romantianya dan tetap cinta walaupun wajahku mulai menua dengan keriput yang muncul di sana sini, dan juga rambutku yang mulai memutih dan tenagaku yang mulai melemah untuk melayani suamiku nanti. namun, tetap dikelilingi oleh anak - anakku yang sudah sukses dan meninggal dengan pelukan dari cucu - cucu mungilku nanti. ya, itu hanya sebuah khayalan, dan renungan yang sesekali datang dan sesekali pergi di dalam  setiap pikiran manusia.

tetap dengan posisi yang sama, wajahku yang sedang murung lengkap dengan tatapan mata kosong yang mengarah tajam lurus ke arah aliran - aliran air yang mengalir lagi dari atas lenganku menuju ke tubuhku lalu ke lantai kamar mandiku. Tidak jarang kumengeluarkan   air mata diantara air yang mengalir lalu aku mulai tersenyum lagi sambil memejamkan mata, dan mulai berkhayal kebali tentang masa depanku yang sudah kuimpi - impikan. kumulai bediri dengan wajah mengadah aliran air panas yang mengguyurku. mataku terpejam, dengan senyum di bibirku yang mulai melebar dihiasi dengan siraman - siraman air panas yang sedang mengguyur wajahku ini.

tanpa menyeka wajahku sama sekali aku tetap terdiam mematung. kunikmati setiap aliran aliran air yang sudah sejak tadi membasahi wajahku , aliran air yang mulai memenuhi telingaku, memenuhi sela - sela bibirku yang sedikit terbuka, memenuhi badanku dengan liku liku aliran air dan yang juga membasahi seluruh rambut hitam panjangku ini.


kumulai menyeka wajahku, mulai mengusap tubuhku dengan sangat lembut. tanganku penuh dengan air dan ku mengadahkan tanganku ke arah air lalu mulai mengguyurkannya ke wajahku lagi. guyuran tiap guyuran membuatku merasa begitu nyaman dan segar. setelah sudah cukup lama berlalu, renungan renungan sedih mulai menghilang dan hanya tersisa rasa bahagia akan impian - impian yang sudah aku bayangkan. menanamkan tekad yang kuat di dalam benakku bahwa aku akan memiliki semua itu suatu saat nanti. sama seperti semua yang sudah aku bayangkan dulu yang kini mulai menjadi kenyataan. indah sangat indah, semua yang kuimpikan mulai terwujud satu persatu. kini jalanku mencapainya baru sampai pada level 10%, masih panjang waktu yang harus ku lalui dan masih panjang perjalanan yang harus kutempuh untuk mencapai semua itu. suamiku , anak anakku , orangtua dan keluargaku nanti akan seperti apa nantinya. itu semua sudah tertanam di dalam benakku selama ini.

ku tetap bertahan dengan menggosok gosokan tangan ke wajah dan tubuhku. aku percaya dengan apa yang sudah Tuhan rencanakan untukku suatu saat nanti.

wajahku mulai memutih, dan bibirku mulai memerah. kuputuskan utuk segera menetaskan badanku dan mulai memakaikan tubuhku dengan gulungan gulungan  dari handukku yang berwarna pink itu. mulai kubungkus tubuhku tanpa membungkus rambutku. ku berjaalan menuju kamarku dengan air yang menetes disepanjang perjalanan menuju ke kamar. tanpa melihat ke bawah, hanya tatapan fokus pada arah di mana aku harus sampai di dalam kamar tidurku. kududuk tanpa melepaskan handuk dan tanpa mengeringkan rambutku yang masih basah meneteskan air, dengan menatap pada cermin di kamarku, aku mulai berkata semua akan baik baik selama kita percaya bahwa semuanya akan baik baik saja dan akan lebih indah untuk selalu dilalui.

everything will be alright, semua akan lebih indah dari apa yang sudah kita miliki saat ini. God is never sleep. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda. terimakasih