Label

Rabu, 18 Februari 2015

Lisan




Lisan. Manusia pasti banyak berlisan, yaiyalah karena manusia mempunyai bibir untuk berucap atau berlisan.
kadang kita ditempatkan pada suatu situasi di mana kita merasa buntu dan hilang akal sehingga lisan dan otak tidak berjalan bersamaan. Dari ketimpangan itulah mulut mulai mengeluarkan kalimat kalimat yang tidak seharusnya diucapkan.

Saat kita terpojok lebih baik kita diam, dengarkan apapun yang dikatakan oleh lawan bicara kita. Karena apa ? Karena lisan bisa memperkeruh suasana atau bahkan bisa menetralisir suasana yang sedang kacau. Diam, dengarkan, dan pahami maksud hati atau tujuan dari lawan bicara kita. Lisan kita pun harus benar benar terkunci dan jangan sampai mengeluarkan kalimat kalimat tidak sopan dengan nada dan intonasi suara tinggi.

Lisan, bagaikan pedang tidak bersarung yang ditanam di dalam mulut kita secara permanen.

Seandainya lisan ini memiliki sarung atau proteksi maka tidak akan ada masalah masalah yang namanya miss understanding. Sewajarnya saja lisan berbicara dan akan sewajarkan juga lisan ini melindungi diri kita dari niat jahat orang lain.

Sarung pedang untuk lisan kita tidak sulit untuk menemukannya dan mematchingkannya dengan lisan ini. Sarung daripada pedang lisan kita sendiri yaitu kesabaran. Apalah artinya hati dan telinga tanpa adanya kesabaran.

Kesabaran dalam menghadapi masa masa sulit yang disebabkan oleh lisan kita sendiri. Rasakan dan renungilah kembali bahwa hati tanpa kesabaran tidak akan mungkin tidak sakit hati. Apalagi kalau telinga yang berfungsi untuk mendengar ini tanpa adanya kesabaran , pasti apapun yang dikatakan ke kita kita telan mentah mentah tanpa disaring dan dipikirkan matang matang dengan sabar.

Kesabaran ada kunci akan semua yang berhubungan dengan lisan ini.

Emosi jiwa yang sedang bergejolak di dalam hati kita, yang disebabkan oleh pendengaran kita sendiri yang berapi api tanpa di dampingi oleh kesabaran pasti akan mengakibatkan lisan ini mengeluarkan hal hal yang bisa menyakiti dan menjadi boomerang bagi diri kita.

hati hati lah dalam berucap, karena apapun yang kita ucapkan tanpa pikir panjang pastiakan menjadi boomerang untuk diri kita lagi.

Dari pengalamanku selama dua hari ini di tempat kerjaku, aku belajar untuk lebih sabar lagi dan lebih peka lagi terhadap apa yang sedang menimpaku. Baik itu buruk ataupun tidak buruk. Manusia itu sendirilah yang mampu menahan lisannya untuk berkata kata yang tidak baik pastilah manusia yang sangat luar biasa.

Ingat ! Jagalah lisanmu karena dari lisan itu sendiri bisa berbalik dan mengejarmu dikemudian hari. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda. terimakasih