Mengarah pada suatu problema masa muda kini. Sekarang ini berkesudahan diri pasti masanya berlaku berbeda dengan beberapa pemikiran kritikus dan pengamat terdekat dalam diri saya. Masa bagaikan bola salju semakin bergulir malah semakin membesar kemungkinannya. Dan dari situlah dapat disimpulkan bahwasanya saya tidak memikirkannya untuk sekarang ini. Saya anda melihat sesuatu untuk bertujuan masa depan, tidak bukan untuk hanya kesenangan sesaat. Mengerti atau mati, mengerti atau tidak mengerti adalah terserah anda sekalian. Banyak kossakata ganjil atau ganda dalam artikel bagus yang ini saya ketik dengan pemikiran dan otak yang sudah memuntahkan kosakata dan pemikiran nyata akan suatu perasaan yang bergejolak di dalam diri ini.
Menuliskan berbagai peristiwa zaman dahulu pada selembar kertas berukuran mini. Seperti otak yang berukuran kecil namun bagai flashdisk jumbo berukuran triliunan giga byte. Masa sekarang adalah masa penentumu masa penentuku di masa depan, jika masih ada nafas yang ditiupkan Tuhan pada kita. Kalau sudah tidak bernafas tidak akan bisa membangun masa nanti itu. Diriku atau saya memperbanyak nberpikiran dengan untuk masa depan, untuk kedepannya bagaimana. Tidak pernah terbesit di dalam pikiran saya kata cuek terhadap akibat dan sebab yang jika saya lakukan sekarang.
Jadi intinya dari permasalahan yang saya ukir dalam tulisan ini adalah : Saya berpikir jauh ke dapan tentang semua hal yang akan saya lakukan, dari makan dan minum, jika saya makan dengan porsi yang sangat banyak saya pasti gendut beberapa tahun atau beberapa bulan lagi. So, saya harus cermat dalam memilih pola makan yang sehat. Saya tidak asal memilih pasangan atau bahasa gaulnya pacar. Saya tidak ingin menambah deretan daftar nama pacar sayadi dalam kehidupan saya. Cukup dua orang pemuda ini yang di Pontianak ini yang pernah jadi pacar saya. Dan satu orang lagi di jawa sana yang adalah cinta pertama saya pada waktu masa SMP. Yang ada di dalam pikiran saya tetep mengacu pada aturan adat saya yaitu adat jawa, yang meihat dari sisi bibit-bebet-bobot, yang bagi orang jawa itu lumrah dan wajib dilaksanakan pada sebuah keluarga, apapun statusnya.
Kita tidak asal menambatkan hati kita pada orang yang mungkin salah dan orang yang tidak bertanggung jawab dnegan masa depannya sendiri. Saya berpikir bahwasanya saya menyukai seorang laki-laki bukan untuk coba-coba bagai ababil pencari cinta, melainkan untuk saya nikahi nantinya. Yang akan menjadi imam yang baik dalam keluarga saya, yang akan menjadi bapak yang bijaksana bagi anak-anak saya nantinya. Yang berasal dari keluarga baik-baik dengan silsilah yang baik juga, serta dengan perilaku yang mencerminkan kewibawaannya sebagai seorang laki-laki sejati. Sudah ada , tapi masih saya rahasiakan orangnya. Bahkan dia sendiri tidak mengetaui bahwa saya menyukainya dan telah mengincarnya.
Sangat dilematis, bukannya saya penakut menyatakan cinta, tapi hanya berhati-hati dalam menjalin hubungan kekerabatan agar tidak disalahgunakan. Ada salah satu teman saya yang berkata bahwa “menjalin tali silaturahmi dapat mengalirkan rizki dan mendapat bantuan dari Tuhan, jika memutuskan tali silaturahmi dapat memutuskan rizki yang telah dialirkan Tuhan untuk kita.” Sedikit banyak kalimat itu sudah mengubah hidup saya, saya berusaha untuk menjalin tali silaturahmi dengan semua orang dan menjaganya sampai nanti, membuat relasi mutualisme yang saling menguntungkan orang banyak. Tidak hanya terpuruk bagai katak dalam tempurung kelapa. Menyerap semua perkataan orang dan menyaring kata-kata yang tepat dengan arti yang bermakna baik untuk diterapkan sehari-hari. Menghindari kalimat atau kata-kata yang kurang baik agar bibir ini tidak menerapkan dan mengimplementasikannya sehingga dapat memutukan tali silaturahmi.
Okedeh sekiranya saya sudah berpanjang lebar memuntahkan segala pemikiran yang tidak kritikus tentang parameter dari hati dan kepribadian saya yang mungkin sangat misterius bagi anda sekalian. Terimakasih telah membaca dan mencari tahu tentang jati diri saya dari melalui akun facebook saya dan mebuka semua album foto saya, twitter , plurk, email, bahkan seperti sekarang ini anda mengunjungi blog saya. Mohon maaf jika memang kemungkinan ada kalimat dan kata – kata rumpang dan berbagai pemborosan kata dan semua itu tidak lari berasal dari saya sendiri.
Terimakasih . sampai jumpa di atikel kacau selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan tinggalkan komentar anda. terimakasih